Rabu, 14 September 2011

Seruling fajar diharinya pagi

Seruling fajar merekah.
Selimut langit berganti.
Membumbung kepulan awan-awan..
Menyerbakkan nafas baru.

Kelam terbenam telah hembusan sinar surya.
Berlayar kembali, kemudian engkau meniupkan seruling fajar..
Yang biasa meniupkan ritual pagi.
Yang kau titikkan embun nada, nada menyebar ritme perupa..
Tatkala engkau bertanya dalam nada, Sampai kapan seruling fajar kan terbiasa..??


Ahh.. Semoga sayap patahku, cukup menghangatkan pangeran hati..
Yang melambungkan bahagiaku, meneduhkan disaat diri merapuh.
Kini ku paham makna penantian, memahami makna gelombang sebelum daratan.
Saat kesatria kejora memanah mendung diangkasa.
Derai tawaku menjadi bintang dilangit temaram..