Kamis, 30 Agustus 2012

Adakah Engkau Yang Datang


Adakah engkau yang datang, Tuan…?? Hilang tapi disini..
Masihkah iramamu bersemayam di kering malam…??
Adalah aku hingga waktu berubah detak,menanti hingga patah..
Pada tiap kedip teduh yang jatuh, bathinku luruh nan luluh..
Sebab petanglah yang mendenyutkan nadi sajakku, yg menggulitakan aksara demi aksara..
Aku mengerti bahwa akan ada langit yang tersenyum setelah hujan berhenti menangis..
Tentang temaram yang menanggung lebam, tentang nestapa asmara terbungkam , tentang kita serta dia dengan rasa terdalam…
Aku ingin diri melupa, tentang kisah yg pernah terasa tersalah…
Ketika sejenak beradu tatap, semua yg menggetarkan kalbu sungguh sangat tersesali..
Tatap piluku hingga engkau kan menahu aku selalu terbayang rupa kehilangan…
Tatap peluhku hingga engkau paham aku sudah seperti kembara malam yg dihadiahi kabut…
Diam-diam aku, Tuan.. menangisi lirih kerinduan..
Semua terasa lain, saat gelap menjadi benar benar pekat..
Saat terik berubah rintik..
Saat kau tak pulangkan senyum manisku…
Sungguh, demi beku yang menemaniku kembali..
Di genggaman aku melupa, ini basah hujan atau tetesairmata..
Namun Tuan, jangan tertegun fikir.. besok pagi masih kuhidang riang hangatku..
Karena aku hanya tercipta dari sepah-sepah sendu..
Yang mudah rapuh di tiup gelombang resah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar