Tolong wakilkan aku..
Membahasakan seribu wacana di ranah desah kalbu.
Ajari aku..
Paham kesetiaan sehingga aku bisa menginterpretasikan paham
kehati-hatian..
Aku.. Aku... Aku ikhlas melepas pakaian ketergantunganku
dari sisi seseorang..
Aku ingin bias-bias rasa segera pudar.. Aku ingin
cebis-cebis kenang hilang jua.
Duhai sang empunya bulir-bulir hujan.. Deraskan hujan-Mu..
Jatuhkan sejatuh-jatuhnya.
Agar pulas terlelap tidurku.
Hingga mengalahkan dendangan sepi yang melenakan.
Bawa aku duhai
mimpi..
Ahh.. Sesaat aku terbangun oleh senja..
Oleh gemuruh
gerombolan butir-butir hujan yang tak berani datang seorang diri.
Biarkan aku.. Menghentikan penantian
nyali.
Entah kapan kau hadirkan sebungkus nyali di meja lelahku.
Biarkan aku.. Dalam keterpasungan gemeretak lelah-lelahku.
Aku hanya mau merehatkan telinga dari retorika-retorika
mengambang.
Merebahkan raga dan kaki yang senantiasa ku ajak berpetualang.
Kini, diranah nyataku... Lelah dan kecewaku telah
benar-benar mengkristal.
Sungguh..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar