Senin, 02 Januari 2012

PEREMPUAN HEBATKU

Duhai sang pemberi nyawa..
Aku masih ingat nyanyian tidur kala diri ini masih batita..
Merdu melenakan dedaun telinga kiri kananku..
Syahdu membuaiku masuk ke ranah mimpi..
Tak banyak yang bisa kau banggakan dariku..

Duhai sang penolong takdir..
Aku bisa apa tanpa ragamu ketika aku tertatih dan merapuh..
Aku bisa apa tanpa pelukmu ketika aku sendiri..
Aku bisa apa tanpa cerewetmu ketika aku mulai mendewasakan egoku..
Aku bisa apa tanpa petuahmu ketika aku menangis karena patah cinta..
Tak bisa,, Aku tak pernah bisa..

Ahh..
Dentang nafas yg menyeruak tak kenal waktu yg aku ingat..
Suaramu perlahan semakin parau..
Belulangmu sudah tak sekuat kala itu..
Peluhmu bertabur disekujur raga bak berkuyup ria ditengah buliran hujan..
Lalu derai airmatamu yang selalu saja kami alirkan ketika kami membandel..
Saat siang menjadi rimba perjuanganmu..
Saat malam menyambut lelahmu yg sudah bergemeretak..
Tapi kami sudah terlelap ketika kau ingin kami disamping lelahmu..
Betapa pendurhakanya kami ini pada bathinmu..
Tapi, Tahukah kau aku sedang belajar sesuatu??
Aku sedang belajar menjadi anak gadismu yang bertameng..
Aku belajar menjadi anak gadismu yang berdiri pada kaki sendiri..
Belajar untuk tidak cengeng untuk masalah-masalah yg memerihkan mata..
Belajar untuk memahami kodratku sebagai seorang perempuan..


Duhai PEREMPUAN HEBATku..
Sayang ini sudah terlalu menggurita untukmu..
Cinta ini pun kian membeku..
Ibu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar