Senin, 02 Januari 2012

Aku jatuh cinta pada petikan gambusmu

Aku tertawa geli melirik sepi menari kesana kesini sejak pagi....
Sudah hafal mati dengan pola itu..
Kunanti cerita yg lain hari ini...

Bersama angin menghamba harapku dibawanya membumbung...
Kemana senyum kecutku terik ini...??

Ahh..seolah tak biasa..
Bak butir embun meneduhkan daun-daun kering yg tertatih...
Seperti sepoi-sepoi angin yg membelai matahari.....


Teramat lama aku tak begini...
Mencoret rona-rona dipipi sendiri...
Menggali senyum di kedua buah lubang pipi...


Entah berapa ribu malam tlah kutinggalkan bersama serangkai mimpi...
Aku tak peduli setelah kutemui sosok raga yg terpatri...
Berselimut anggun dengan nada mengalun indah,, seolah menghadiahkan malam yg berbinar...


Aku teduh berdansa dengan lantunan kidung itu..
Aku hanyut dengan ritme penusuk belulang itu...
Tak lagi ku peduli dengan pilu yg terdedah pasrah...
Seperti membelah mimpi saja rasanya... Semakin nyata tak lagi meraba....
Semakin kuberani mengusir sepi yg membetah...
Tetes-tetes airmata pun tak mau kalah meraung untuk mengeringkan diri...



Aku berontak di sesaknya himpitan asa..
Aku tersipu pada pertemuan yg melenakan...
Tak lagi kuterpasung oleh kristal-kristal letih yg memuakkan itu..
Aku bertanya pada nurani sendiri...?
Sudah luluhkah puing hati ini...?

Ya.. Kau benar..
Aku luluh sayang.
Aku benarkan diri bahwa aku benar-benar luluh dengan kidung itu...
Aku jatuh cinta pada petikan pertama gambusmu...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar